News

Archicad - Project Location

Fri, 2016-03-18 10:52

Project Location

Keperluan pencahayaan ruangan menempati urutan terbesar kedua setelah sistem tata udara. Sebagaimana diketahui bahwa sumber daya alam untuk membangkitkan listrik adalah terbatas dan suatu saat akan habis. Hal ini menyebabkan harga listrik akan semakin mahal. Oleh karena itu sistem tata cahaya suatu bangunan harus direncanakan dengan baik. Melihat begitu pentingnya cahaya bagi manusia untuk beraktivitas, maka tidaklah mengherankan jika perencanaan cahaya pada bangunan juga memegang peranan penting bagi keberhasilan fungsi dari bangunan tersebut.

Seorang Perenca dalam merencanakan bangunan, selalu mempertimbangkan pencahayaan bagi bangunan yang dirancangnya baik itu pencahayaan alamiah siang hari (sun lighting) maupun perencanaan pencahayaan buatan (artificiallighting). Pada pencahayaan alamiah siang hari (PASH), sumber cahaya didapat dari sinar matahari sehingga keberadaannya sangat tergantung dari keadaan alam serta posisi suatu daerah di bumi. Sehingga pengendalian pencahayaan alamiah tidak sama antara daerah yang satu dengan daerah lainnya. Sementara itu pencahayaan buatan tidak terpengaruh oleh perbedaan waktu, tempat, maupun musim. Hal mana tidak didapat pada pencahayaan alamiah. Pada umumnya pencahayaan buatan ini dipergunakan pada saat penerangan alamiah siang hari berada pada kekuatan minimum atau kurang memenuhi syarat.

Dalam hal ini yang perlu di tekankan adalah pentingnya dalam perencaan bangunan dengan mempertimbangkan pemanfatan cahaya alamai sebagai sumber energi cahaya untuk peneraangan bangunan. Untuk melakukan hal itu tentu perlu dilakukannya uji desain terlebih dahulu terhadap sinar matahari.

Dengan perkembangnya teknologi kini uji desain terhadap sinar matahari dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer. Terdapat berbagai macam software yang mampu memenuhi kebutuhan uji desain terhadap sinar matahari salah satunya adalah Graphisoft – ArchiCAD. Dengan menggunakann software ArchiCAD sebagai Mainsoftware perencanaan sebuah projek, uji desain terhadap sinar matahari sudah dapat dilakukan. Rekayasa sinar matahari bisa di tentukan sesuai dengan lokasi projek berada.

 

Klik kanan --> 3D Projection Settings

3d-projection-setting

Arah matahari dapat ditentukan secara manual pada “3d projection setting” dan efek bayangan pada bangunan akan langsung terihat. Namun menentukan arah matahari sesuai dengan lokasi projeknya, tanggal dan jamnya pun dapat dilakukan.

sun-archicad

Dari gambar di atas terlihat pada bagian sun position to project location, dapat di tentukan tanggal, jam dan menitnya. Sehingga nantinya sun Altitude dan Sun azimuth-nya secara automatis akan menyesuaikan. Kemudian unutuk menentukan lokasi projek dengan membuka project Location.

archicad-project-location

Didalam Archicad sendiri secara defaultnya telah terdapat beberapa kota di dunia yang telah disesuaikan data Latitude, Longitude dan Time Zone-nya. Namun jumlah kota yang ada tentu sangat terbatas. Memasukkan data baru dari kota yang belum terdaftar sangat memungkinkan. Hal ini dapat dilakukan pada Attribute Manager.

archicad

Menambahkan data sebuah kota dapat dilakukan dengan menduplikasi kota yang sudah ada dan mengedit Nama, angka garis lintangnya dan bujurnya. Yang jadi pertanyaanya bagaimanakah cara mendapatkan data posisi geografis dari suatu kota? Data tersebut bisa didapatkan dibeberapa website seperti map.google.com , elevationmap.net dan lain sebagainya.

archicad

 

elevationmap.net/kota jayapura

Dari gambar diatas terlihat data posisi geografis dari kota jayapura – papua yaitu berada pada :

• Latitude : 2.59112 South

• Longitude : 140.66745 East

• Altitude : 26m / 86ft

Data tersebut dapat digunakan untuk menambahkan kota jayapura dalam daftar kota Di Project Location di Archicad.

 

 

Created by : Gega Sandhi (T.S Archicad - Applicad Indonesia)

Comments