SOLIDWORKS Authorized Reseller | AppliCAD IndonesiaNewsPenggunaan Fitur Split Line untuk Membagi Area Beban Pada SolidWorks

Apr

30

2014
April 30 , 2014 |

Penggunaan Fitur Split Line untuk Membagi Area Beban Pada SolidWorks

 Penggunaan Fitur Split Line untuk Membagi Area Beban Pada SolidWorks

 

Untuk men-Simulasikan pembagian beban yang diterima oleh suatu Part(Shaft misalnya), sering kali hanya bagian2 tertentu saja yang mengalami pembebanan. Jika kita tidak gunakan fitur Split Line, pasti kita tidak akan mendapat area gaya yang kita perlukan.

 

Misalkan saja, ada kasus seperti ini:

 

Apakah Shaft Front Hub untuk sepeda ini sudah kuat..? Sudahkah F.O.S(Factor of Safety)nya melebihi yang diperlukan yaitu 1,2..?

Material Shaft : 6061 Alloy;

Beban Rider 5kg.

gambar Front Hub

Kita ingin menghitung gaya yang diterima oleh Shaft pada Hub Sepeda. Akan tetapi pada saat memilih fix geometry kita tidak bisa memberikan daerah yang fix secara spesifik.

Fix Geometri tidak bisa dipilih secara spesifik. Padahal daerah yang Fix adalah berada di bagian Plat Fork.

Oleh karena itu, kita bisa gunakan fitur Split Line. Anda bisa membuat sketch di editing part pada assembly sesuai dengan pembagian arah beban yang diterima oleh Shaft Hub. Bisa buat collinear garis dengan ujung baut seperti ini. Sesuai dengan distribusi gaya yang terjadi.

Pembuatan Sketch in-context.

Setelah itu, kita bisa gunakan fitur Split Line. Pada pilihan:

 

 

  • Sketch = Seketch yang akan kita proyeksikan, dalam hal ini adalah sketch yang tadi kita buat.
  • Face to Split = Permukaan(Face) yang akan kita proyeksikan, dalam hal ini adalah permukaan luar Shaft.

 

Pemilihan bagian-bagian Split Line.

 

 

Untuk pilihan single direction tidak perlu kita check. Karena Sketch kita berada di tengah2Shaft Hub. Sedangkan untuk pilihan Reverse Direction otomatis Off  karena alasan yang  sama. Klik OK.

 

Lalu lanjut ke sesi analisa(Simulation):

 

 

1. Fix Geometry.

 

2. Arah Gaya yang diterima Shaft Hub.
4. Deformasi yang dialami Shaft.

 

5.  Define Design Factor of Safety Plot.

 

6. Factor of Safety sudah cocok, yaitu 1,4.

 

 

  1. Open Part Shaft Hub tersebut, Masuk ke Simulation Toolbar, Pilih Static Study. Tentukan fix Geometri Shaft Hub(Klik kanan pada Fixture Icon Feature Manager). Dalam hal ini adalah permukaan yang ditahan oleh Plat Fork.
  2. Lalu bisa tentukan arah gaya yang diterima oleh Shaft Hub. Misalkan beban tangan si pengendara sepeda sebesar 5 kg. Apabila dikonversi menjadi gaya adalah 50 N. Bisa klik kanan pada bagian External Loads=> Force. Kotak Face, edges, Refeernce Point  to Force kita berikan permukaan yang menerima beban. Lalu, chek pilihan Selected Direction, berikan Planar face yang tegak lurus terhadap arah gaya. Dalam Hal ini adalah Top Plane. Berikan gaya sebesar 50 N k eke arah Z. Klik OK.
  3. Lalu klik icon Run atau Klik kanan pada Mesh(Feature Manager Design Tree) => Mesh and Run.
  4. Lalu akan terlihat deformasi yang dialami shaft tersebut.
  5. Kita cek Factor of Safetynya dengan Klik Kanan pada Result => Define Factor of Safety Plot, lalu pilih OK(karena sudah All Bodies).
  6. Lalu, sekarang ditunjukkan FOS sudah 1, 4. Berarti Shaft Sudah aman karena yang dibutuhkan FOSnya adalah 1,2.