(021) 29365222

Gelar Workshop Pemodelan Bangunan Berbasis Digital, Sinergi ITENAS, Applicad Indonesia, & Balai Teknik Tata Bangunan Gedung dan Lingkungan

Feb

23

2026

Gelar Workshop Pemodelan Bangunan Berbasis Digital, Sinergi ITENAS, Applicad Indonesia, & Balai Teknik Tata Bangunan Gedung dan Lingkungan

Di Indonesia, penerapan Building Information Modeling (BIM) bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan standar untuk efisiensi dan akurasi proyek. Workshop pemodelan bangunan berbasis digital seakan menjawab tantangan tersebut. Sebuah kolaborasi strategis antara dunia akademis, pemerintah, dan sektor industri baru saja sukses digelar.

Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung, bekerja sama dengan Balai Teknik Tata Bangunan Gedung dan Lingkungan (BTTBGL) serta AppliCAD Indonesia, menyelenggarakan workshop intensif bertajuk “Pemodelan Bangunan Gedung Berbasis Point-Cloud Menggunakan Archicad“. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi bukti nyata komitmen lintas sektor dalam mencetak SDM unggul di bidang infrastruktur digital.

Mengapa Archicad dan Point-Cloud Menjadi Fokus Utama?

Dalam dunia arsitektur dan teknik sipil, akurasi data lapangan adalah kunci. Metode konvensional sering kali terkendala oleh kesalahan manusia (human error) saat pengukuran manual. Di sinilah teknologi Point-Cloud berperan. Melalui workshop pemodelan bangunan ini, peserta diajarkan cara mengolah data hasil pemindaian laser (3D Laser Scanner) yang berbentuk jutaan titik koordinat (point-cloud) menjadi model BIM yang sangat presisi di dalam software Archicad.

Archicad sendiri dikenal sebagai salah satu pelopor BIM yang menawarkan alur kerja intuitif namun kuat bagi para profesional. Workshop ini dirancang secara komprehensif, memadukan teori mendalam dengan praktik langsung (hands-on) di bawah bimbingan para ahli dari AppliCAD Indonesia.

Pengenalan dan Adaptasi Alur Kerja BIM

Peserta dibekali pemahaman dasar mengenai ekosistem BIM dan bagaimana Archicad mampu mengintegrasikan berbagai data teknis dalam satu model terpusat.

Implementasi Data Point-Cloud dalam Workshop Pemodelan Bangunan

Ini merupakan inti dari pelatihan. Peserta belajar cara memasukkan data hasil scan bangunan eksisting ke dalam Archicad dan membangun elemen arsitektural di atas data titik-titik tersebut. Teknik ini sangat krusial untuk proyek renovasi, restorasi bangunan cagar budaya, maupun pemeliharaan gedung (facility management).

Visualisasi, Dokumentasi, dan Sertifikasi

Pada hari terakhir, fokus beralih pada bagaimana menghasilkan dokumen teknis dan visualisasi profesional dari model yang telah dibuat. Sebagai penutup sesi, setiap peserta yang berhasil menyelesaikan tugas pemodelan diberikan sertifikat resmi. Sertifikat ini bukan sekadar lembaran kertas, melainkan validasi kompetensi yang diakui oleh industri, sekaligus bukti bahwa peserta telah siap terjun ke proyek-proyek berbasis digital.

Sinergi Triple Helix dalam Workshop Pemodelan Bangunan

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran masing-masing pihak:

  • Itenas Bandung: Sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka, Itenas terus mendorong inovasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
  • Balai Teknik Tata Bangunan Gedung dan Lingkungan (BTTBGL): Di bawah naungan Kementerian PUPR, balai ini memastikan bahwa standar teknis yang diajarkan sejalan dengan regulasi dan kebutuhan tata bangunan nasional.
  • Applicad Indonesia: Sebagai penyedia solusi perangkat lunak teknis.

Dampak Jangka Panjang bagi Dunia Konstruksi Indonesia

Pelatihan seperti ini diharapkan mampu mempercepat adopsi BIM di berbagai daerah di Indonesia. Dengan penguasaan Archicad, para arsitek dan insinyur dapat bekerja lebih kolaboratif, mengurangi pemborosan material (waste), dan meminimalisir risiko kesalahan konstruksi di lapangan.

Digitalisasi melalui workshop ini juga menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap menghadapi era konstruksi 4.0. Bukan hanya tentang kecanggihan perangkat lunak, tetapi tentang kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikannya secara bijak dan efisien.

Kesimpulan

Kolaborasi antara Itenas, BTTBGL, dan AppliCAD Indonesia dalam workshop pemodelan Archicad ini merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem konstruksi yang lebih modern dan berkelanjutan. Dengan pembekalan teknik point-cloud, para profesional kini memiliki instrumen yang lebih tajam untuk membangun masa depan infrastruktur Indonesia yang lebih presisi. Tertarik untuk mendalami dunia BIM dan Archicad? Pastikan untuk terus mengikuti perkembangan kegiatan serupa dari Applicad Indonesia!